Sabtu, 31 Oktober 2015

Ahmad Tohari Sastrawan Asal Banyumas?

0 komentar
Halo gaes☺ Ini post-an keduanya aku ya. Udah lama ngga ngepost karna ngga ada waktu *bhak -> padahal ngga punya materi, haha😁Eh btw kalian tau Ahmad Tohari? Ahmad Tohari sastrawan asal Banyumas loh. Pengin tau lebih jelas lagi? Yuh langsung aja to the poin.

Ahmad Tohari , (lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah , 13 Juni 1948 ; umur 67 tahun) adalah sastrawan dan budayawan berkebangsaan Indonesia . Ia menamatkan SMA di Purwokerto . Karya monumentalnya, Ronggeng Dukuh Paruk, sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa dan diangkat dalam film layar lebar berjudul Sang Penari. Ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967 - 1970 ), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974 - 1975), dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975- 1976). Tulisan-tulisannya berisi gagasan kebudayaan dimuat di berbagai media massa. Ia juga menjadi pembicara di berbagai diskusi/seminar kebudayaan.

Proses Kreatif 

Dalam dunia jurnalistik, Ahmad Tohari pernah menjadi staf redaktur harian Merdeka, majalah Keluarga dan majalah Amanah , semuanya di Jakarta. Dalam karier kepengarangannya, penulis yang berlatar kehidupan pesantren ini telah melahirkan novel dan kumpulan cerita pendek. Beberapa karya fiksinya antara lain trilogi Ronggeng Dukuh Paruk telah terbit dalam edisi Jepang , Jerman , Belanda dan Inggris . Tahun 1990 pengarang yang punya hobi mancing ini mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Serikat dan memperoleh penghargaan The Fellow of The University of Iowa.

Ronggeng Dukuh Paruk, novel yang diterbitkan tahun 1982 berkisah tentang pergulatan penari tayub di dusun kecil, Dukuh Paruk pada masa pergolakan komunis. Karyanya ini dianggap kekiri-kirian oleh pemerintah Orde Baru, sehingga Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya Tohari menghubungi sahabatnya Gus Dur, dan akhirnya terbebas dari intimidasi dan jerat hukum.

Bagian ketiga trilogi, berjudul Jantera Bianglala, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan cuplikannya dimuat dalam Jurnal Manoa edisi Silenced Voices terbitan Honolulu University tahun 2000, termasuk bagian yang disensor dan tidak dimuat dalam edisi bahasa Indonesia. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Dancer oleh Rene T.A. Lysloff. Trilogi ini juga difilmkan oleh sutradara Ifa Irfansyah dengan judulSang Penari (2011 ). Tohari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para pembuat film Sang Penari, dan berujar ini akan jadi dokumentasi visual yang menarik versi rakyat, bukan versi kota sebagaimana dalam film-film sebelumnya.
Pada bulan Desember 2011, Ahmad Tohari mengungkapkan bahwa dirinya berencana untuk melanjutkan Triloginya menjadi Tetralogi dengan membuat satu novel lagi.

Penghargaan

1. Cerpennya berjudul Jasa-jasa buat Sanwirya mendapat Hadiah Hiburan Sayembara Kincir Emas 1975 yang diselenggarakan Radio Nederlands Wereldomroep.
2. Novelnya Kubah (1980) memenangi hadiah Yayasan Buku Utama tahun 1980.
3. Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan Buku Utama tahun 1986.
4. Novelnya Di Kaki Bukit Cibalak (1986) menjadi pemenang salah satu hadiah Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta tahun 1979.
5. Pada tahun 1995 Ahmad Tohari menerima Hadiah Sastra Asean, SEA Write Award . Sekitar tahun 2007 Ahmad Tohari menerima Hadiah Sastra Rancage.
6. Ronggeng Dukuh Paruk Banyumasan (novel bahasa Jawa, 2006 ; meraih Hadiah Sastera Rancagé 2007).

Karya Tulis


  • Kubah (novel, 1980 )
  • Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (diadaptasi menjadi film tahun 2011): Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982 ), Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985), Jantera Bianglala (novel, 1986 )
  • Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
  • Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989 )
  • Bekisar Merah (novel, 1993)
  • Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
  • Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000 )
  • Belantik (novel, 2001 )
  • Orang Orang Proyek (novel, 2002 )
  • Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004 )

Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam bahasa Jepang, Tionghoa , Belanda dan Jerman . Edisi bahasa Inggris Ronggeng Dukuh Paruk , Lintang Kemukus Dini Hari , Jantera Bianglala diterbitkan oleh Lontar Foundation dalam satu buku berjudul The Dancer diterjemahkan oleh Rene T.A. Lysloff. Pada tahun 2011, trilogi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk diadaptasi menjadi sebuah film fitur yang berjudul Sang Penari yang disutradarai Ifa Isfansyah. Film ini memenangkan 4 Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2011.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Tohari

Gimana Ahmad Tohari? Hebat yah? Yap sekian post-an hari minggu ini. Makasih yak temen temen udah baca :)

Rabu, 14 Oktober 2015

Tips Sukses Ujian Nasional

0 komentar
       Hai gaes! Selamat pagi menjelang siang :) *padahal udah siang. Sebelumnya mau ngapain dulu yah? Kenalan? Oke kenalin nama aku Alifia Vidia Pangesti, dipanggilnya Fia. Piyut. Fiul. Piul. Ah serahlah. Ini post-an spesial. Kenapa? Karena ini pertama kalinya aku ngepost di blog. Sebenarnya ini tugas TIK yang gampang gampang susah. Gampangnya tinggal ketik ketik trus post. Susahnya itu cari isinya, apalagi kaya aku yang jarang banget nulis nulis beginian, nulis kaya gini aja harus muter-muter ngelilingi bumi cuma buat cari satu materi *eh ngga deng.
       Sekarang aku kelas 9 alias 3 smp yang bentar lagi ngadepin ujian yang berat bingits. Kalian pasti tau ujian yang dianggap paling berat di kelas 9 kan?! UN. Yap betul. Padahal ngga berat berat amat sih, orang cuma bawa alat tulis sama kertas. Tapi maksudnya beratnya bukan di situ, tapi itu di sana. Di sananya itu ketika kita lagi ngerjain, kadang kita udah  tekun belajar (study hard), sebelum UN juga udah dikasih kisi kisi ples latian latian soal-soal, tapi tetep ada aja yang susah. Oke kali ini aku mau ngasih Tips Sukses UN . Yuh baca ples pahami baik baik yeth!

Tips Sukses UN 
       Hal yang paling penting saat kita mau menghadapi UN adalah belajar dan berdoa.

BELAJAR
1. Sebelum belajar pastikan kita berdoa. Berdoa menurut agama masing masing.
2. Berlatihlah mengerjakan soal soal. Karena semakin sering berlatih, maka kalian semakin menguasai materi. Tapi sayang kalian ngga bakalan nguasai jagat raya, karena jagat raya hanya milik Allah semata. Azeek :v
3. Jangan cuma membaca dan menghafal, tapi juga memahami. Ingatan kita terbatas sehinga mudah lupa, jika  kita sambil memahami apa yang kita baca maka akan hafal, dan sebaliknya jika cuma menghafal pasti akan mudah lupa.
4. Hindari kegiatan yang mengganggu konsentrasi belajar. Kenapa? Ya karena dapat mengganggu konsentrasi belajar :D Seperti menonton tv, jalan-jalan, main masak-masakan dan chattingan. Apalagi chatting pake sayang-sayangan ih apanemen-_-
5. Hindari belajar  SKS . Kalian tau SKS? SKS adalah Sakit Karena Sayang *eh tuh kan baper. Maapkeun. SKS = Sistem Kebut Semalam. Jadi, belajarnya itu jangan saat UN udah deket, atau belajar semalaman suntuk ntar paginya bangun belajar lagi, itu cara salah. Untuk menghindari SKS ini kalian perlu waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

BERDOA
Bedoalah kepada Tuhan dan mohon restulah kepada kedua orang tua.
Berdoalah saat mau belajar, ngerjain ulangan, pergi buat belajar, nembak (door) orang yang kamu suka *ini apa sih? Pokoknya jangan lupa berdoa dan berdoa. Dan ini yang paling paling ngga boleh dilupan yaitu minta uang sakulah kepada orang tua agar diberi kenyamanan saat jajan. Eh salah salah maksudnya minta restulah kepada orang tua agar diberi kemudahan dan kelancaran saat mengerjakan UN.

" Manjada wajada" Siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil! Ntar kalo ngerjain sungguh-sungguh ya, ngga usah tengok sana sini. Oke!

SPENSAA'16 SUKSES UN!!!

Sekian dulu post spesial hari ini. Dicoba  ya insyaallah berhasil. Makasih udah baca yeth! ;)